Langsung ke konten utama

Kronologi Pendaki Asal Brasil Tewas di Jurang Gunung Rinjani: Versi Pemandu dan Asosiasi

    Tasikmalaya, 2 Juli 2025 — Dilansir dari TEMPO.CO, Jakarta - Pemandu pendaki Gunung Rinjani, Ali Musthofa, membantah telah meninggalkan Juliana de Souza Pereira Marins saat mendaki sehingga perempuan warga Brasil itu jatuh ke jurang pada Sabtu, 21 Juni 2025. Versi Ali, dia memberi kesempatan kepada Marins untuk berhenti dulu untuk beristirahat pada hari itu, sementara dia menunggu di depan dengan jarak tiga menit pendakian.

    Namun sekitar 15 sampai 30 menit Juliana tidak muncul, Ali mengaku kembali ke titik semula dan mendapati Marins tidak ada di tempat. “Saya menyadari dia telah jatuh ketika saya melihat cahaya senter di jurang sedalam sekitar 150 meter dan mendengar suara meminta bantuan,” ujarnya kepada media Brasil O Globo yang terbit pada Selasa, 23 Juni 2025, dan dikutip lewat Google Translate.

    Setelah mengetahui Juliana terjatuh, Ali memberitahu akan menolong dengan mencarikan bantuan karena menganggap tidak mungkin melakukannya sendiri tanpa peralatan keselamatan. Seperti diketahui titik jatuh Marins adalah di jurang ke arah Danau Segara Anak dengan ketinggian lebih dari 2.700 meter di atas permukaan laut. 

    Ali mengaku menelepon tempatnya bekerja meminta didatangkan tim penyelamat. Dari situ, tim SAR baru berhasil mengevakuasi Marins pada Selasa. Pada hari itu, posisi Marins sudah bergeser dari posisi awal dia terjatuh, menjadi ke kedalaman 600 meter. Kondisi Marins sudah tak bernyawa.

    Kepolisian Resor Lombok Timur telah meminta keterangan Ali sejak 25 Juni. Namun belum ada kesimpulan adanya kelalaian atau hal lain yang menyebabkan Marins jatuh atau terperosok. Penilaian ini berbeda dari ramai perbincangan di media sosial yang sebagian menyesalkan kenapa Marins ditinggalkan sang pemandu. Sebagian sorotan juga tertuju ke upaya evakuasi yang dinilai lambat sehingga Marins akhirnya tak bisa bertahan.

Asosiasi Pemandu Gunung Bicara Ali dan Kompetensi

    Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Rahman Mukhlis mengatakan belum bisa menilai apakah ada kelalaian dari pemandu atau tidak dalam peristiwa di Gunung Rinjani itu. Menurutnya, Ali saat ini belum terdaftar sebagai anggota APGI. 

"Dan kami masih mengumpulkan data valid di lapangan, karena berita yang beredar cukup beragam kronologisnya. Perlu dipastikan dahulu,” katanya saat dihubungi, Jumat, 27 Juni 2025.

    Yang jelas, Rahman menambahkan, seorang pemandu pendaki gunung harus memiliki kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pemandu Wisata Gunung. Keahlian pemandu harus dibuktikan dengan sertifikat Peraturan Pemerintah Nomor 24 Nomor 2023 tentang Sertifikasi Kompetensi Kerja di Bidang Kepariwisataan.

“Untuk ruang lingkup kerja ada beberapa level, lokal di satu gunung saja atau di beberapa destinasi, atau mencakup seluruh gunung di Indonesia,” tuturnya.

    Selain harus terdidik dan terlatih, pemandu juga harus mengikuti pelatihan dan memiliki pengalaman kerja seputar pendakian gunung. Ketika bekerja, pemandu perlu menyiapkan dokumen perjalanan pendakian, persiapan logistik, koordinasi jadwal pendakian, menangani wisatawan, menyampaikan petunjuk pendakian, dan memandu teknik pendakian. 

    Kemudian, kata Rahman, perlu memandu kegiatan interpretasi, orientasi medan dan cuaca, mengatur penanganan bahaya gunung. “Melakukan komunikasi dan penyampaian pesan, serta mengelola laporan perjalanan pendakian,” ucapnya.

    Rahman menilai medan pendakian di Gunung Rinjani yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut termasuk kategori menengah atau cukup sulit. Menurutnya, gunung tersebut juga tidak direkomendasikan untuk pendaki pemula. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hamas Tanggapi Positif Proposal AS, Gencatan Senjata di Depan Mata

       Timur Tengah, 06 Juli 2025— Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyampaikan tanggapannya terhadap proposal gencatan senjata yang diusulkan oleh sekutu Israel, Amerika Serikat (AS). Pernyataan Hamas mengindikasikan mereka telah menyampaikan tanggapannya kepada para mediator.“Hamas telah menyelesaikan konsultasi internalnya serta konsultasi dengan faksi-faksi dan kekuatan-kekuatan Palestina terkait usulan terbaru dari para mediator untuk menghentikan agresi terhadap rakyat kami di Gaza,” tulis pernyataan dari gerakan itu yang diterima Republika Sabtu dini hari.       Dikutip dari news republika, Pada hari pertama dimulainya implementasi kesepakatan, akan diluncurkan perundingan mengenai gencatan senjata permanen, dengan fokus pada empat isu utama. Pertama adalah pertukaran seluruh tahanan yang tersisa dari kedua pihak. Kemudian pengaturan keamanan jangka panjang di Jalur Gaza. Selanjutnya pengaturan situasi “pasca-konflik” (hari setelah perang)...

Ruang Guru Rilis COC Season 2: UPI Turut Hadir

          asikmalaya, 30 Juni 2025 - Putri Hapsari Ayuningtyas atau lebih akrab di panggil dengan sebutan Putri, adalah Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menjadi salah satu peserta dalam ajang kompetisi kecerdasan Clash of Champions Season 2, yang resmi tayang pada 29 Juni 2025 melalui platform YouTube dan aplikasi Ruangguru.      Dilansir dari Instagram @ruangguru, "Clash of Champions Season 2 menghadirkan 40 peserta terpilih dari berbagai Universitas ternama, baik dari dalam negeri maupun luar negeri." Putri, menjadi satu-satunya peserta dengan latar belakang jurusan keguruan yang ikut  berkompetisi di Clash of Champions Season 2.      Putri, yang memiliki IPK 3.83 dari skala 4.00, mewakili UPI dalam ajang ini. Ia juga tercatat meraih sejumlah prestasi akademik, antara lain: 1. Gold Medal Indonesian Student Science Competition (Bidang Ekonomi) 2023 2. Gol...