Langsung ke konten utama

UPI Masuk Empat Besar Nasional dalam Pemeringkatan Webometrics Juli 2026



BANDUNG – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam kancah pemeringkatan perguruan tinggi nasional maupun internasional. 

Dalam rilis terbaru Webometrics Ranking of World Universities edisi Juli 2026, UPI berhasil mengukuhkan posisinya di peringkat ke-4 sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Selain capaian di tingkat nasional, universitas ini juga menempati peringkat ke-608 dunia, bersaing ketat dengan lebih dari 32.000 perguruan tinggi yang dievaluasi secara mendalam oleh Cybermetrics Lab, unit riset di bawah naungan Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC) asal Spanyol.

Pencapaian ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam kurun waktu hanya enam bulan. Berdasarkan data historis pada halaman profil resmi UPI di Webometrics edisi Januari 2026, UPI masih berada di peringkat ke-10 nasional dengan posisi ke-1.261 dunia. Dengan demikian, UPI berhasil melompat enam peringkat di tingkat nasional sekaligus memperbaiki posisinya lebih dari 650 peringkat di skala global.

Keberhasilan ini didorong oleh berbagai indikator penilaian yang diterapkan oleh Webometrics, yang tidak hanya mengukur reputasi akademik, tetapi juga dampak kehadiran digital, keterbukaan akses terhadap publikasi ilmiah, serta kualitas hasil riset. Pada indikator Excellence (Scholar Rank), UPI menduduki peringkat ke-500 dunia. Sementara untuk indikator Impact (Visibility Rank) dan Openness (Transparency Rank), UPI terus berupaya mengoptimalkan repositori institusi dan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Prestasi ini menjadi motivasi bagi UPI untuk terus meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi, memperkuat budaya riset, serta melakukan kolaborasi global demi mewujudkan target menjadi World Class University.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ruang Guru Rilis COC Season 2: UPI Turut Hadir

          asikmalaya, 30 Juni 2025 - Putri Hapsari Ayuningtyas atau lebih akrab di panggil dengan sebutan Putri, adalah Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menjadi salah satu peserta dalam ajang kompetisi kecerdasan Clash of Champions Season 2, yang resmi tayang pada 29 Juni 2025 melalui platform YouTube dan aplikasi Ruangguru.      Dilansir dari Instagram @ruangguru, "Clash of Champions Season 2 menghadirkan 40 peserta terpilih dari berbagai Universitas ternama, baik dari dalam negeri maupun luar negeri." Putri, menjadi satu-satunya peserta dengan latar belakang jurusan keguruan yang ikut  berkompetisi di Clash of Champions Season 2.      Putri, yang memiliki IPK 3.83 dari skala 4.00, mewakili UPI dalam ajang ini. Ia juga tercatat meraih sejumlah prestasi akademik, antara lain: 1. Gold Medal Indonesian Student Science Competition (Bidang Ekonomi) 2023 2. Gol...

Hamas Tanggapi Positif Proposal AS, Gencatan Senjata di Depan Mata

       Timur Tengah, 06 Juli 2025— Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyampaikan tanggapannya terhadap proposal gencatan senjata yang diusulkan oleh sekutu Israel, Amerika Serikat (AS). Pernyataan Hamas mengindikasikan mereka telah menyampaikan tanggapannya kepada para mediator.“Hamas telah menyelesaikan konsultasi internalnya serta konsultasi dengan faksi-faksi dan kekuatan-kekuatan Palestina terkait usulan terbaru dari para mediator untuk menghentikan agresi terhadap rakyat kami di Gaza,” tulis pernyataan dari gerakan itu yang diterima Republika Sabtu dini hari.       Dikutip dari news republika, Pada hari pertama dimulainya implementasi kesepakatan, akan diluncurkan perundingan mengenai gencatan senjata permanen, dengan fokus pada empat isu utama. Pertama adalah pertukaran seluruh tahanan yang tersisa dari kedua pihak. Kemudian pengaturan keamanan jangka panjang di Jalur Gaza. Selanjutnya pengaturan situasi “pasca-konflik” (hari setelah perang)...

Kronologi Pendaki Asal Brasil Tewas di Jurang Gunung Rinjani: Versi Pemandu dan Asosiasi

     Tasikmalaya, 2 Juli 2025 — Dilansir dari TEMPO.CO, Jakarta - Pemandu pendaki Gunung Rinjani, Ali Musthofa, membantah telah meninggalkan Juliana de Souza Pereira Marins saat mendaki sehingga perempuan warga Brasil itu jatuh ke jurang pada Sabtu, 21 Juni 2025. Versi Ali, dia memberi kesempatan kepada Marins untuk berhenti dulu untuk beristirahat pada hari itu, sementara dia menunggu di depan dengan jarak tiga menit pendakian.      Namun sekitar 15 sampai 30 menit Juliana tidak muncul, Ali mengaku kembali ke titik semula dan mendapati Marins tidak ada di tempat. “Saya menyadari dia telah jatuh ketika saya melihat cahaya senter di jurang sedalam sekitar 150 meter dan mendengar suara meminta bantuan,” ujarnya kepada media Brasil O Globo yang terbit pada Selasa, 23 Juni 2025, dan dikutip lewat Google Translate.      Setelah mengetahui Juliana terjatuh, Ali memberitahu akan menolong dengan mencarikan bantuan karena menganggap tidak mungkin mela...