UPI Catat Penurunan Angka Batal Registrasi Mahasiswa Baru, Kendala Ekonomi Masih Jadi Penyebab Utama
Bandung, Senin 6 Juli 2026 - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mencatat tren positif dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026. Jumlah calon mahasiswa yang membatalkan registrasi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, persoalan keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan terbesar yang menghambat sebagian calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Berdasarkan data UPI, dari total 3.731 calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi, sebanyak 3.643 orang telah menyelesaikan proses registrasi hingga batas akhir daftar ulang. Sementara itu, 88 calon mahasiswa tercatat tidak melanjutkan registrasi atau batal menjadi mahasiswa baru.
Kepala Divisi Rekrutmen Mahasiswa Baru (RMB) UPI, Prof. Dr. rer. nat. Ahmad Mudzakir, M.Si., mengatakan jumlah tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 102 calon mahasiswa batal melakukan registrasi. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai perbaikan yang dilakukan universitas dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
“Berbagai pembenahan dalam proses penerimaan, layanan informasi, serta pendampingan kepada calon mahasiswa mulai memberikan hasil yang baik,” ujar Ahmad Mudzakir. Senin (6/7/2026)
Meski demikian, UPI menegaskan setiap kasus batal registrasi tetap menjadi bahan evaluasi. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan calon mahasiswa mengurungkan niatnya melanjutkan studi.
Dilansir dari Kompas.com, hasil evaluasi internal menunjukkan bahwa persoalan ekonomi masih menjadi faktor yang paling dominan. Selain faktor ekonomi, terdapat pula alasan lain yang menyebabkan batal registrasi, diantaranya, diterima di perguruan tinggi lain, pertimbangan domisili, kondisi keluarga, hingga perubahan keputusan pribadi setelah hasil seleksi diumumkan.
Sebagai upaya menekan angka batal registrasi pada tahun-tahun mendatang, UPI terus memperkuat berbagai skema bantuan pembiayaan. Langkah tersebut dilakukan melalui perluasan akses beasiswa, penyesuaian besaran UKT sesuai ketentuan yang berlaku, serta penyediaan mekanisme pembayaran yang lebih fleksibel agar calon mahasiswa tetap memiliki kesempatan menyelesaikan proses registrasi.
"UPI akan terus melakukan evaluasi berbasis data agar kebijakan penerimaan mahasiswa baru semakin tepat sasaran," kata Ahmad.
Ke depan, UPI berkomitmen meningkatkan kualitas layanan informasi kepada calon mahasiswa, memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta menyempurnakan sistem penerimaan mahasiswa baru berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setiap tahun. Melalui langkah tersebut, universitas berharap angka batal registrasi dapat terus ditekan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas.

Komentar
Posting Komentar