Langsung ke konten utama

Pakar Menilai Kebijakan Pemerintah Pertahankan Harga Pertamax Masih Rasional

 

    Tasikmalaya, 4 Juli 2026 — Keputusan pemerintah mempertahankan harga BBM nonsubsidi Pertamax sebesar Rp16.250 per liter mulai 1 Juli 2026 menuai sorotan masyarakat, termasuk kalangan akademisi. Di tengah tren penurunan harga minyak mentah dunia, sejumlah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya menilai pemerintah perlu lebih transparan menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut.
    Seorang mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya berinisial PS mengakui mempertanyakan kebijakan tersebut. Menurutnya, secara logika harga BBM nonsubsidi seharusnya mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
"Kalau harga minyak dunia lagi turun, harusnya harga di SPBU juga ikut turun. Apalagi Pertamax statusnya BBM nonsubsidi yang katanya mengikuti mekanisme pasar. Waktu harga minyak dunia naik, harga Pertamax juga ikut naik. Jadi ketika harga dunia turun tetapi harga di dalam negeri masih bertahan, tentu menimbulkan pertanyaan di masyarakat," ujarnya.
    Menurutnya, harga Pertamax yang belum turun juga berdampak pada meningkatnya pengeluaran masyarakat. Biaya transportasi yang lebih tinggi dapat mengurangi anggaran untuk kebutuhan lain, seperti pendidikan, konsumsi, maupun tabungan. Selain itu, kenaikan biaya distribusi berpotensi memengaruhi harga barang dan jasa di pasaran.

    Selain itu, seorang mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya berinisial A beranggapan bahwa pemerintah atau Pertamina mungkin memiliki pertimbangan tertentu dalam menjaga kondisi keuangan perusahaan. Namun, menurutnya, harga BBM yang tetap tinggi tetap menjadi beban bagi masyarakat, khususnya mahasiswa yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.

"Keputusan ini pasti didasari dengan taktik pemerintah untuk menstabilkan keadaan, terlebih dalam artikel itu diperkuat oleh beberapa ahli ekonomi bahwa sepertinya pemerintah sedang menstabilkan margin dari pertamina sebagai BUMN. Terlepas dari tepat atau tidaknya kebijakan ini yang pasti BUMN juga harus mempertimbangkan stabilitas keuangannya," Ujarnya. Ia juga berharap pemerintah dapat lebih transparan dalam menjelaskan dasar penetapan harga BBM kepada masyarakat dan memperkuat program bantuan yang tepat sasaran, meningkatkan kualitas transportasi umum, serta melakukan evaluasi harga BBM secara berkala agar kebijakan yang diterapkan tetap adil dan sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi akan membantu masyarakat memahami alasan di balik kebijakan yang diambil sehingga tidak menimbulkan spekulasi.

    Pandangan tersebut sejalan dengan pendapat sejumlah pakar. Ekonom Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, menilai harga Pertamax yang dipertahankan merupakan bagian dari strategi price smoothing atau penghalusan harga. Melalui mekanisme tersebut, Pertamina menyerap sebagian beban ketika harga minyak dunia naik, kemudian memulihkan margin saat harga mulai turun sehingga harga BBM tidak langsung mengikuti perubahan harga minyak mentah.

    Sementara itu, pakar kebijakan publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai kebijakan tersebut dapat dibenarkan selama didasarkan pada perhitungan yang komprehensif dan disampaikan secara transparan kepada masyarakat. Menurutnya, harga BBM juga dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti nilai tukar rupiah, biaya pengolahan, distribusi, pajak, hingga kebutuhan menjaga cadangan untuk mengantisipasi gejolak pasar.

    Beragam pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain mempertimbangkan aspek ekonomi, transparansi dalam penetapan harga BBM menjadi hal yang dinilai penting. Diharapkan pemerintah tidak hanya mempertimbangkan stabilitas keuangan, tetapi juga memberikan penjelasan yang terbuka agar masyarakat memahami dasar setiap kebijakan yang diambil dan tetap merasakan keadilan dalam pengelolaan sektor energi nasional.

Sumber

https://jogja.antaranews.com/berita/839380/kebijakan-pemerintah-masih-rasional-soal-harga-pertamax
https://share.google/ZoTQEKMKRqfNYr6gZ
https://oto.detik.com/berita/d-8559663/pakar-bongkar-alasan-pertamina-tak-turunkan-harga-pertamax

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hamas Tanggapi Positif Proposal AS, Gencatan Senjata di Depan Mata

       Timur Tengah, 06 Juli 2025— Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyampaikan tanggapannya terhadap proposal gencatan senjata yang diusulkan oleh sekutu Israel, Amerika Serikat (AS). Pernyataan Hamas mengindikasikan mereka telah menyampaikan tanggapannya kepada para mediator.“Hamas telah menyelesaikan konsultasi internalnya serta konsultasi dengan faksi-faksi dan kekuatan-kekuatan Palestina terkait usulan terbaru dari para mediator untuk menghentikan agresi terhadap rakyat kami di Gaza,” tulis pernyataan dari gerakan itu yang diterima Republika Sabtu dini hari.       Dikutip dari news republika, Pada hari pertama dimulainya implementasi kesepakatan, akan diluncurkan perundingan mengenai gencatan senjata permanen, dengan fokus pada empat isu utama. Pertama adalah pertukaran seluruh tahanan yang tersisa dari kedua pihak. Kemudian pengaturan keamanan jangka panjang di Jalur Gaza. Selanjutnya pengaturan situasi “pasca-konflik” (hari setelah perang)...

Ruang Guru Rilis COC Season 2: UPI Turut Hadir

          asikmalaya, 30 Juni 2025 - Putri Hapsari Ayuningtyas atau lebih akrab di panggil dengan sebutan Putri, adalah Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menjadi salah satu peserta dalam ajang kompetisi kecerdasan Clash of Champions Season 2, yang resmi tayang pada 29 Juni 2025 melalui platform YouTube dan aplikasi Ruangguru.      Dilansir dari Instagram @ruangguru, "Clash of Champions Season 2 menghadirkan 40 peserta terpilih dari berbagai Universitas ternama, baik dari dalam negeri maupun luar negeri." Putri, menjadi satu-satunya peserta dengan latar belakang jurusan keguruan yang ikut  berkompetisi di Clash of Champions Season 2.      Putri, yang memiliki IPK 3.83 dari skala 4.00, mewakili UPI dalam ajang ini. Ia juga tercatat meraih sejumlah prestasi akademik, antara lain: 1. Gold Medal Indonesian Student Science Competition (Bidang Ekonomi) 2023 2. Gol...

Kronologi Pendaki Asal Brasil Tewas di Jurang Gunung Rinjani: Versi Pemandu dan Asosiasi

     Tasikmalaya, 2 Juli 2025 — Dilansir dari TEMPO.CO, Jakarta - Pemandu pendaki Gunung Rinjani, Ali Musthofa, membantah telah meninggalkan Juliana de Souza Pereira Marins saat mendaki sehingga perempuan warga Brasil itu jatuh ke jurang pada Sabtu, 21 Juni 2025. Versi Ali, dia memberi kesempatan kepada Marins untuk berhenti dulu untuk beristirahat pada hari itu, sementara dia menunggu di depan dengan jarak tiga menit pendakian.      Namun sekitar 15 sampai 30 menit Juliana tidak muncul, Ali mengaku kembali ke titik semula dan mendapati Marins tidak ada di tempat. “Saya menyadari dia telah jatuh ketika saya melihat cahaya senter di jurang sedalam sekitar 150 meter dan mendengar suara meminta bantuan,” ujarnya kepada media Brasil O Globo yang terbit pada Selasa, 23 Juni 2025, dan dikutip lewat Google Translate.      Setelah mengetahui Juliana terjatuh, Ali memberitahu akan menolong dengan mencarikan bantuan karena menganggap tidak mungkin mela...