Langsung ke konten utama

Oknum Dosen UPI Diduga Pinjam Uang Rp100 Juta dengan Dalih Riset, Kampus Lakukan Penelusuran

 


Bandung,15 Juli 2026 – Dugaan peminjaman uang yang melibatkan seorang oknum dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Oknum dosen berinisial DS diduga meminjam uang sekitar Rp100 juta kepada seorang perempuan dengan alasan membiayai kegiatan riset.

Kasus tersebut mencuat setelah unggahan korban di media sosial menjadi viral. Dalam unggahannya, korban mengaku memberikan pinjaman setelah oknum dosen tersebut mengaku telah bercerai dan menyampaikan bahwa dana akan digunakan untuk keperluan penelitian. Menurut pengakuan korban, sebagian pinjaman tersebut hingga kini belum dikembalikan.

Menanggapi beredarnya informasi tersebut, Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI, Vidi Sukmayadi, menyatakan bahwa pihak universitas telah menerima informasi mengenai dugaan yang melibatkan salah satu dosennya dan telah meneruskannya kepada pimpinan universitas untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami telah menerima informasi mengenai dugaan yang melibatkan salah satu dosen UPI. Informasi tersebut telah kami teruskan kepada pimpinan universitas untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Vidi Sukmayadi.

Ia menegaskan bahwa UPI menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan akan menangani setiap laporan secara profesional, objektif, serta sesuai ketentuan yang berlaku. Penanganan kasus tersebut juga dilakukan melalui mekanisme internal universitas.

Hingga saat ini, proses penelusuran masih berlangsung dan belum ada keputusan resmi terkait dugaan tersebut. UPI mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan serta tidak mengambil kesimpulan sebelum proses penanganan selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hamas Tanggapi Positif Proposal AS, Gencatan Senjata di Depan Mata

       Timur Tengah, 06 Juli 2025— Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyampaikan tanggapannya terhadap proposal gencatan senjata yang diusulkan oleh sekutu Israel, Amerika Serikat (AS). Pernyataan Hamas mengindikasikan mereka telah menyampaikan tanggapannya kepada para mediator.“Hamas telah menyelesaikan konsultasi internalnya serta konsultasi dengan faksi-faksi dan kekuatan-kekuatan Palestina terkait usulan terbaru dari para mediator untuk menghentikan agresi terhadap rakyat kami di Gaza,” tulis pernyataan dari gerakan itu yang diterima Republika Sabtu dini hari.       Dikutip dari news republika, Pada hari pertama dimulainya implementasi kesepakatan, akan diluncurkan perundingan mengenai gencatan senjata permanen, dengan fokus pada empat isu utama. Pertama adalah pertukaran seluruh tahanan yang tersisa dari kedua pihak. Kemudian pengaturan keamanan jangka panjang di Jalur Gaza. Selanjutnya pengaturan situasi “pasca-konflik” (hari setelah perang)...

Ruang Guru Rilis COC Season 2: UPI Turut Hadir

          asikmalaya, 30 Juni 2025 - Putri Hapsari Ayuningtyas atau lebih akrab di panggil dengan sebutan Putri, adalah Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menjadi salah satu peserta dalam ajang kompetisi kecerdasan Clash of Champions Season 2, yang resmi tayang pada 29 Juni 2025 melalui platform YouTube dan aplikasi Ruangguru.      Dilansir dari Instagram @ruangguru, "Clash of Champions Season 2 menghadirkan 40 peserta terpilih dari berbagai Universitas ternama, baik dari dalam negeri maupun luar negeri." Putri, menjadi satu-satunya peserta dengan latar belakang jurusan keguruan yang ikut  berkompetisi di Clash of Champions Season 2.      Putri, yang memiliki IPK 3.83 dari skala 4.00, mewakili UPI dalam ajang ini. Ia juga tercatat meraih sejumlah prestasi akademik, antara lain: 1. Gold Medal Indonesian Student Science Competition (Bidang Ekonomi) 2023 2. Gol...

Kronologi Pendaki Asal Brasil Tewas di Jurang Gunung Rinjani: Versi Pemandu dan Asosiasi

     Tasikmalaya, 2 Juli 2025 — Dilansir dari TEMPO.CO, Jakarta - Pemandu pendaki Gunung Rinjani, Ali Musthofa, membantah telah meninggalkan Juliana de Souza Pereira Marins saat mendaki sehingga perempuan warga Brasil itu jatuh ke jurang pada Sabtu, 21 Juni 2025. Versi Ali, dia memberi kesempatan kepada Marins untuk berhenti dulu untuk beristirahat pada hari itu, sementara dia menunggu di depan dengan jarak tiga menit pendakian.      Namun sekitar 15 sampai 30 menit Juliana tidak muncul, Ali mengaku kembali ke titik semula dan mendapati Marins tidak ada di tempat. “Saya menyadari dia telah jatuh ketika saya melihat cahaya senter di jurang sedalam sekitar 150 meter dan mendengar suara meminta bantuan,” ujarnya kepada media Brasil O Globo yang terbit pada Selasa, 23 Juni 2025, dan dikutip lewat Google Translate.      Setelah mengetahui Juliana terjatuh, Ali memberitahu akan menolong dengan mencarikan bantuan karena menganggap tidak mungkin mela...